Resensi Buku “Only Love (Cinta Abadi) – Erich Segal”

Only Love (Cinta Abadi). Erich Segal; Alih bahasa, Kathleen S.W; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998.
320 halaman (cetakan kelima)

Sebenarnya saya lupa kapan membeli buku ini. Buku cetakan akhir 90an dengan sampul yang kurang menarik dibanding buku-buku fiksi cetakan masa kini. Masih rapi dengan sampul plastiknya dan price tag seharga Rp.10.000,00 kelihatannya saya membelinya di bazar sale toko buku.
Bercerita tentang dr. Matthew Hiller seorang seniman dibidang kedokteran di New York juga sekaligus seniman dipapan pianonya. Suatu hari kedatangan seorang laki-laki kaya dari Eropa yang meminta bantuannya, sebagai usaha terakhir menyelamatkan istrinya. Seorang wanita cantik yang mengalami tumor otak mengancam jiwanya, Silvia.
Sebuah tantangan besar bagi dr. Hiller menghadapi pasien yang pernah begitu dekat dengannya. Ia masih bisa mengenang dengan jelas bagaimana pertemuan pertama mereka di Paris, jatuh cinta, dan mereka berdua bertugas bersama pada misi kesehatan di Afrika menyembuhkan mereka yang sakit dibawah kondisi perang saudara. Ia pun menyadari kesempatan hidup kedua bagi Silvia bisa jadi kesempatan kedua bagi cinta mereka.

Saya rasa Erich Segal lah yang menggerak saya untuk membeli buku ini. Latar belakang penulis yang merupakan dokter lulusan Harvard, tak heran 2 karyanya yang pernah saya baca (dulu The Class) menggunakan tokoh dokter dan hal-hal disekitar dunia medis. Ia mampu menyuguhkan jalan cerita yang menarik, bahasa kiasan cantik, dan sangat menikmati bagaimana penulis mendeskripsikan tempat maupun suatu hal dengan ringkas namun berkesan.

Iklan