Berkuda ceritanya

berkuda ceritanya

berkuda ceritanya

Foto terbaru yang saya unggah di akun instagram saya diatas diambil seminggu yang lalu tepatnya. Awalnya ditantang Bapak saya, “berani gak. . “, lalu saya nekad begitu saja. Memang sih kudanya dituntun sama mamangnya dan ga cuma saya yang keliling naik kuda gitu, tapi tetap menjadi hal yang menegangkan bagi saya. Kuda yang saya pilih memang terlihat garang, bahkan mendengus-mendengus sendiri yang bikin saya panik, dan saya akhirnya mencoba nyantai slow aja mengikuti gerakan tubuh sang kuda sambil memegang tali kekang untuk berjaga-jaga. Maka diambillah foto ini sekedar buat gaya-gayaan udah pernah berkuda, ehehe

Terkadang dalam kehidupan ini segala sesuatunya memiliki tantangan tersendiri. Tak harus selalu keluarga, saudara, teman terdekat, guru, atau justru tetangga. Sebenarnya ada lebih banyak orang diluar sana yang bisa kita jadikan patokan untuk dikejar, untuk diburu, untuk dijadikan inspirasi. Percaya kan dunia ini luas?

itsme..Bukan masalah siapa cantik, siapakah yang bertalenta, siapakah yang lebih segala-galanya. Ini tentang masing-masing diri kita yang pastinya memiliki berkah yang berbeda. Dan kita sendiri lah yang membawa kendali diri kita, hendak diarahkan kemana? tapi jangan sekedar gaya-gayaan yaa :p

Hal itu lah yang saya pikirkan ketika mengunggah kedua foto ini, yaa sudah menentukan target tinggal bagaimana diri ini mengarahkan tali kekang untuk bangkit dari kemalasan dan memantaskan diri :) How about you guys?

Pulang

Setiap hari, usai sekolah Ani pulang ke rumahnya.
“Pulang lah ‘nak ibu merindukanmu,” kata wanita paruh baya itu pada anak sulungnya diujung telepon.
Pulang,
Pulang,
Pulang kemana?
Kata saya pada diri saya sendiri menanggapi dua contoh kalimat diatas. Huh! Sebenarnya saya benci tiap weekend maupun liburan panjang temen-teman mengucapkan kata-kata “pulang”, sedikit emosi menulis kata-kata ini :) #mencobatersenyum
Pulang menurut saya adalah menunjukkan tujuan kesuatu tempat, suatu suasana, suatu lingkungan yang “nyaman”. Nyaman itu bagaimana? Saya rasa asal kita bisa tenang beristirahat, asal kita bisa merasa aman, asal kita bisa merasakan suasana keakraban. Misalnya, sekarang saya sedang merasakan pulang berkumpul dengan bapak-ibu saya yang hampir 5 tahun ini jarang bisa menghabiskan waktu panjang bersama, yaa bukan dirumah asal kami melainkan dirantauan. Jadi silahkan tentukan sendiri kemana kamu akan pulang. Sembari bersiap sesungguhnya pada akhirnya kita akan berpulang pada Yang Kuasa :)

Posted from WordPress for Android

Menjadi Wanita :)

Ibu: Emang ambil spesialis bla bla bla habis berapa?
Tika: Setahuku sih bl bla bla rupiah bu. .
Ibu: Oh yaudah apa besok mau langsung ambil spesialis aja?
Tika: Ibuuu tika mau nikah dulu :|

Percakapan sore tadi dengan ibu. Serius.

Kedua orang tua saya berlatar pendidikan sarjana, ibu saya sarjana pendidikan dan bapak saya sarjana hukum. Bagi mereka selagi mampu mereka ingin menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin, termasuk saya sebagai anak perempuan satu-satunya. Saya sadar selalu dang ingin membanggakan kedua orang tua saya dengan berbagai pencapaian saya, sebagai anak. Dan mengerti dengan jenis kelamin saya dan tanggung jawab besar saya kelak. Helooo, ga lucu kali ketika 10 tahun lagi reuni dengan teman-teman sekolah saya, saya masih riweuh dengan karir saya dan teman-teman sudah membawa momongan mereka. Ketika 25 tahun lagi reuni teman-teman saya sudah membagikan undangan pernikahan anak-anak mereka, saya menggendong anak bungsu saya yang masih ngompol, bahkan beberapa teman sudah menggendong cucu mereka :o
“Asal anak-anak saya sehat tumbuh dengan kasih sayang kedua orang tuanya. Asal suami saya bahagia. Asal keluarga saya sentosa. Saya rela koq menjadi sebatas dokter umum melayani masyarakat yang membutuhkan,” kata-kata yang terus saya ingat dari seorang teman :)
Makanya saya agak sentimen ngomongin masa depan dengan berbagai alternatif yang ada. Yaa mungkin karena saya sudah merasa menemukan pasangan yang cocok saat ini, tapi tak salah kan menentukan passion visi misi sejak dini dan mempersiapkan diri :) Karena saya sadar dengan profesi saya kelak menjadi seorang dokter sekaligus ibu dan istri. Anggap saja pendidikan yang lebih tinggi lagi yang bisa diraih adalah bonus kebermanfaat untuk orang yang membutuhkan, how about you? ;)

Posted from WordPress for Android